Ndhada's Blog

Just another WordPress.com weblog

Manfaat Kulit Telur November 22, 2009

Filed under: artikel — ndhada @ 6:02 am

Banyak telur hewan yang bisa di makan, tetapi umumnya hanya telur ayam yang paling banyak dikonsumsi penduduk dunia. Sekalipun ada jenis telur lain yang enak juga disantap seperti telur bebek, telur puyuh, dan telur penyu. Sebagai bahan makanan, telur sangat mudah pengolahannya karena mau diolah secara sederhana oke, diolah secara rumitpun bisa, dimakan mentahpun banyak yang doyan.

Jadilah telur sebagai makanan paling populer, beragam alasan mengapa orang begitu gandrung dengan  telur,  ada yang mengatakan karena telur bergizi tinggi & lezat, mudah  memasaknya, digoreng enak, direbus nikmat,disemur mantap, dibalado yahud, diceplok asyik, dimata sapi cihui , pokoknya sebagai makanan telur termasuk jenis yang cepat diolah.

(more…)

 

Diamku November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:51 am

Diam disini menunggu yang tak pasti
Menyakitkan…
Aku harus bangkit
Berjalan telusuri jalan hati…
Berjalan telusuri jembatan hati…
Berjalan telusuri hampanya hati…
Berjalan telusuri sebuah hati…
Diamku tak pernah pasti

Aku mulai mencarinya
Mencari hati yang…
Jika hujan deras menyerangku dia melindungiku
Jika hatiku gundah dia menyejukkanku
Jika hatiku menangis dia menghiburku

Dimanakah dia?
Kenapa dia tak mau menemuiku?
Kenapa dia tak bersamaku?
Meskipun…
Kau tahu aku disini…

 

Aku & Bintang November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:46 am

Aku seperti bintang…

Kala dia terang orang-orang mengaguminya

Kal dia indah orang-orang tersenyum padanya

Kala dia berkedip orang-orang berbondong cerita padanya

Namun…

Kala dia redup orang-orang pergi meninggalkannya

Kala dia tersapu gelap malam orang-orang benci padanya

Kala dia menangis orang-orang mengacuhkannya

Aku seperti bintang

Menyakitkan jua

Namun aku berusaha terbang melayang bagai bulan

Yang terus memberi senyum agar bumi ini terang

Meskipun orang-orang tak menyadari hangat sinarnya

 

BUNDA November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:43 am

Begitu memabukkan hidup bagimu

Begitu mengikis hidup bagimu

Kau telusurinya dengan sesak menerpa dada

Hanya untuk menenteng hidup

Kau hidup untukku

Kau beitu menghangatkanku

Namun mengapa?

Aku terlampau melangkahimu

Sekarang aku tahu cinta kasihmu

Yang tak terukir hanya oleh emas

Oh…. Bunda

Sekarang aku tersadar

Akan membuatmu melayang ke angkasa

Hinggap disana

Oh…. Bunda

Peluklah anak bodohmu ini

Seuntai maaf tak berarti

Namun, aku tetap merintih

Maafkan aku Bunda

Untaian air mata meneters tak terasa

Bila kuputar waktu

Untaian seribu emas & permata tak membayar

Semua kesalahan

Anak bodohmu ini…

Ridhoilah maaf anakmu ini

 

Biarkanlah November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:42 am

Biarkan semua bayang hilang

Yang hanya tinggal di kenang

Biarkan pengorbanan ini bersarang

Yang hanya tinggal melayang

Namun…

Biarkan rasa ini tumbuh

Meski tak ada yang menabuh

Biarkan sepi ini berlabuh

Meski hati ini rapuh…

Tanpa kecewa

Hati takkan sakit

Tanpa sakit

Hati takkan hidup

Karena semua pasti berakhir menyakitkan

 

Muakku November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:41 am

Kut’lah muak akan semuanya
Kut’lah bosan akan semuanya
Kut’lah menyerah akan semuanya
Aku muak bagai kerikil yang terus diterjang mentari
Aku muak bagai kerikil yang slalu mengganjal
Aku ingin mencapai jalan berbatu pada sebuah lorong
Aku ingin dibangkitkan kembali
Namun, siapa yang mau meragahku?
Siapa yang mau?
Diam tak pernah pasti
Diam tak pernah terucap
Diam tak pernah berubah

 

Pergi November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:37 am

Kau t’lah pergi tinggalkan kata yang tak terucap
Tak ingin kembali…
Kau t’lah pergi untaikan makna yang t’lah kuartikan
Tak ingin kembali…
Kau t’lah pergi lepaskan sayap kehidupanku
Tak bisa kuraih angkasa…
Kau t’lah pergi hilangkan hati yang t’lah memberi
Tak pernah menyesal…
Kau t’lah pergi hilangkan rasa yang t’lah menghias
Takkan berlari…
Kuingin rasakan semuanya kembali
Kurindukan hangatnya kasihmu
Kurindu candamu
Indahnya hatimu
Meski kini smuanya tingal hanya kenangan
Hanya masa yang tak terucap
Mulai ku sendiri mengukir masa yang t’lah lalu

 

Rindu Ini November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:25 am

Dada ini sesak ketika bulan membayangi
Hati ini pilu ketika cahaya meremangi
Namun, napas ini berhenti ketika buram langit menghantui
Apakah yang kurasakan?
Apakah yang kuinginkan?
Saat jemari mulai mengubah remangnya malam menjadi terang
Saat itulah detak jantung mulai meninggi
Meninggi seiring munculnya cahaya
Bagai bulan jatuh tak tertahankan
Seiring pula dengan alunan suara angin
Yang berbisik riang memanggil namanya dalam lamunanku
Yang semakin menusuk jantungku
Yang tak mamilikinya!!
Yang tak disisinya!!
Yang hanya memimpikannya dalam buaian bumi laksana hati
Kenapa diriku ini?
Tidakkah kau mendengar untaian hatiku?
Tidakkah kau rasakan rindunya hatiku?
Apakah kumampu mengangkatmu dari bayanng sanubari?
Mengangkatmu menjadi nyata yang kumiliki!!
Hingga tak ada lagi keremangan dalam hati
Yang menjadikan diriku tersiksa klarena merindu…

 

Malam Buta November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:21 am

Aku yang merenungi mimpi ditengah malam buta
Aku yang terbayang bintangku
Aku yang terbayang relungku
Mengapa kuterus sendiri?
Andaikata takdir bisa kutawar dengan air mata
Mungkin kan kupilih hidup yang ramai,
bising seperti lonceng yang terus berdenting
atau mungkin kan kupilih hidup yang pilu,
penuh tangis kesendirian
Yang menghantui tiap malam butaku
Sayang, takdir takkan brubah sehendak hati
Mungkin kukan terus hidup dalam pilu yang mendera
Walaupun itu yang terjadi tapi kukan sihir
Hidup yang pilu menjadi ramai,
karena malam yang buta akan bersorak
Dengan teriakan bintang!!
Kilauan merdu bulan!!
Dan hempasan angin yang bersenandung riang
Menemaniku dalam pilunya malam buta
Tanpamu!!

 

Tak Pernah Pasti November 22, 2009

Filed under: puisi — ndhada @ 5:19 am

Diam disini menunggu yang tak pasti
Menyakitkan
Aku harus bangkit
Berjalan telusuri emper
Berjalan telusuri jalan
Berjalan telusuri jembatan
Berjalan telusuri sebuah hati
Diam tak pernah pasti

Aku mulai mencarinya
Mencari hati yang
Jika hujan deras menyerangku dia melindungiku
Jika hatiku gundah dia menyejukkanku
Jika hatiku menangis dia menghiburku

Dimanakah dia?
Kenapa dia tak mau menemuiku?
Kenapa dia tak mau bersama?
Meskipun…
Kau tau aku disini…

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.